IPC TPK Jambi Perkuat Jalur Ekspor Kayu Manis Kerinci, Dorong Indonesia Jadi Pusat Rempah Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayu manis. (Foto: ANTARA)

Kayu manis. (Foto: ANTARA)

trendsberita.com – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi memperkuat perannya dalam rantai ekspor nasional dengan mendorong kelancaran distribusi kayu manis asal Kerinci ke pasar global. Perusahaan ini bergerak cepat untuk meningkatkan efisiensi layanan di Pelabuhan Talang Duku, yang menjadi simpul utama logistik ekspor di wilayah tersebut.

Selain itu, IPC TPK juga memperluas kerja sama dengan berbagai pihak agar komoditas unggulan daerah bisa menembus pasar internasional dengan lebih cepat dan kompetitif.

Fokus pada Kayu Manis Kerinci sebagai Komoditas Unggulan

IPC TPK menempatkan kayu manis Kerinci sebagai salah satu komoditas strategis Indonesia. Permintaan global terhadap rempah ini terus meningkat, sehingga pelaku industri perlu menjaga stabilitas pasokan dan kualitas distribusi.

Karena itu, IPC TPK mengambil langkah aktif untuk mempercepat proses logistik dari hulu ke hilir. Perusahaan juga menghubungkan pelaku usaha lokal dengan sistem pelabuhan yang lebih terintegrasi.

Dengan pendekatan tersebut, rantai distribusi menjadi lebih efisien dan waktu pengiriman ke luar negeri dapat dipangkas.

Kolaborasi Antar Pihak Perkuat Ekosistem Ekspor

Sejumlah pihak berperan dalam penguatan jalur ekspor ini. IPC TPK Jambi bekerja sama dengan:

  • PT Pelindo Regional 2 Jambi
  • Cassia Co-Op
  • Pelaku usaha dan petani kayu manis Kerinci
Baca Juga :  Pemprov Jambi Dorong Industri Konstruksi untuk Dukung Program Pemerintah

Selain itu, setiap pihak menjalankan peran masing-masing untuk memastikan proses ekspor berjalan lancar dari kebun hingga pelabuhan.

Melalui kolaborasi tersebut, pelaku usaha lokal mendapatkan akses yang lebih luas ke pasar global, sementara pelabuhan meningkatkan efisiensi operasionalnya.

Lokasi dan Waktu Penguatan Ekspor

IPC TPK memusatkan penguatan jalur ekspor di Pelabuhan Talang Duku, Jambi, yang berfungsi sebagai gerbang utama pengiriman komoditas unggulan Sumatra.

Program ini berjalan sepanjang 2026 seiring meningkatnya permintaan ekspor kayu manis dari Indonesia. Selain itu, aktivitas logistik di pelabuhan juga terus berkembang mengikuti pertumbuhan perdagangan internasional.

Mengapa Kayu Manis Kerinci Menjadi Prioritas?

Kayu manis Kerinci memiliki reputasi kuat di pasar global karena kualitasnya yang tinggi. Petani di wilayah ini menghasilkan rempah dengan aroma dan kadar minyak atsiri yang stabil, sehingga banyak negara mengandalkannya sebagai bahan baku industri makanan dan farmasi.

Selain itu, permintaan global terus naik dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, IPC TPK melihat peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok utama dunia.

Dengan memperkuat jalur logistik, Indonesia dapat menjaga daya saing di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Strategi IPC TPK Percepat Arus Ekspor

IPC TPK menjalankan beberapa strategi untuk mempercepat ekspor kayu manis Kerinci.

Baca Juga :  Program MBG Digugat ke MK oleh Denny Indrayana:

Pertama, perusahaan meningkatkan efisiensi layanan terminal petikemas agar proses bongkar muat berjalan lebih cepat.

Kedua, IPC TPK mengintegrasikan sistem digital pelabuhan untuk memantau pergerakan barang secara real time.

Ketiga, perusahaan memperkuat koordinasi dengan mitra logistik dan pelaku usaha agar arus distribusi tetap lancar.

Selain itu, IPC TPK juga mendorong penggunaan teknologi untuk mengurangi hambatan administrasi dalam proses ekspor.

Target Ekspor Tahun 2026

IPC TPK menargetkan volume ekspor kayu manis Jambi mencapai sekitar 1.000 hingga 1.500 ton sepanjang 2026. Target ini mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan sektor rempah Indonesia di pasar global.

Selain itu, peningkatan kapasitas logistik di Pelabuhan Talang Duku diharapkan mampu mendukung pencapaian target tersebut secara berkelanjutan.

Dampak Ekonomi bagi Daerah dan Nasional

Penguatan jalur ekspor ini memberikan dampak langsung bagi petani di Kerinci. Mereka mendapatkan akses pasar yang lebih luas, sehingga potensi peningkatan pendapatan ikut terbuka.

Selain itu, sektor logistik dan pelabuhan juga mencatat peningkatan aktivitas yang signifikan. Kondisi ini memperkuat kontribusi Jambi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Indonesia juga memperkuat posisinya dalam perdagangan rempah dunia melalui peningkatan efisiensi rantai pasok.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Energi Perubahan, Empat Shio Ini Diprediksi Beruntung
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB