Samsung Galaxy Watch Mampu Deteksi Risiko Pingsan, Teknologi Kesehatan Wearable Semakin Canggih

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samsung Klaim Galaxy Watch Bisa Deteksi Tanda Mau Pingsan Foto: Samsung

Samsung Klaim Galaxy Watch Bisa Deteksi Tanda Mau Pingsan Foto: Samsung

PANENGAHAN, trendsberita.com Samsung kembali memperkuat posisinya di industri wearable global dengan menghadirkan inovasi kesehatan terbaru pada lini Galaxy Watch. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu mengembangkan sistem yang mampu mendeteksi risiko pingsan lebih awal menggunakan analisis data tubuh berbasis kecerdasan buatan (AI).

Inovasi ini lahir dari kerja sama Samsung dengan Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital di Korea Selatan. Tim peneliti menggunakan Galaxy Watch untuk membaca perubahan biologis tubuh manusia, terutama pada detak jantung dan aliran darah, guna mengidentifikasi tanda awal seseorang berpotensi kehilangan kesadaran.

Teknologi ini tidak hanya memperluas fungsi smartwatch, tetapi juga membawa perangkat tersebut masuk ke ranah kesehatan preventif yang lebih serius.

Deteksi Risiko Pingsan Hingga Beberapa Menit Sebelum Terjadi

Samsung mengembangkan sistem yang mampu mengenali gejala awal vasovagal syncope (VVS), yaitu kondisi ketika tekanan darah dan detak jantung turun secara tiba-tiba hingga menyebabkan seseorang pingsan.

Galaxy Watch memanfaatkan sensor photoplethysmography (PPG) untuk membaca perubahan aliran darah melalui pergelangan tangan pengguna. Sensor ini mengirimkan data secara real-time ke sistem AI yang kemudian menganalisis pola tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan peringatan hingga lima menit sebelum pengguna benar-benar pingsan. Dalam uji klinis, teknologi ini mencatat tingkat akurasi sekitar 84,6 persen dengan sensitivitas mencapai 90 persen.

Profesor Junhwan Cho dari Chung-Ang University Gwangmyeong Hospital menjelaskan bahwa teknologi ini dapat membantu mencegah cedera akibat kehilangan kesadaran mendadak.

“Banyak kasus cedera terjadi bukan karena pingsannya, tetapi karena jatuh secara tiba-tiba. Sistem ini memberi waktu bagi pengguna untuk mengantisipasi kondisi tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Harga Canon EOS R6 Mark II Terbaru 2026 Resmi Dirilis, Masih Jadi Favorit Kamera Full-Frame

Samsung Fokus pada Pencegahan, Bukan Sekadar Pemantauan

Samsung tidak hanya mengembangkan Galaxy Watch sebagai perangkat pemantau kesehatan, tetapi juga sebagai alat pencegah risiko medis. Perusahaan tersebut menempatkan pendekatan prediktif sebagai fokus utama dalam pengembangan teknologi wearable.

Dalam kasus pingsan, pengguna sering tidak menyadari gejala awal seperti pusing, lemas, atau perubahan detak jantung. Sistem baru ini membantu mendeteksi perubahan tersebut lebih cepat melalui analisis data biologis.

Ketika sistem mendeteksi anomali, perangkat langsung memberikan notifikasi kepada pengguna. Peringatan ini memungkinkan pengguna mengambil tindakan cepat seperti duduk, berbaring, atau mencari tempat aman.

Langkah ini menunjukkan bahwa Samsung ingin mengubah cara orang memandang smartwatch, dari sekadar gadget menjadi alat pendukung kesehatan harian.

VVS Terjadi Lebih Sering dari yang Disadari

Penelitian medis menunjukkan bahwa vasovagal syncope bukan kondisi langka. Justru, banyak orang pernah mengalaminya tanpa menyadari istilah medisnya.

Profesor Junhwan Cho menjelaskan bahwa sekitar 40 persen orang di dunia pernah mengalami pingsan akibat VVS dalam hidup mereka. Sekitar sepertiga dari jumlah tersebut mengalami kejadian berulang.

Fakta ini membuat deteksi dini menjadi sangat penting. Dengan bantuan teknologi seperti Galaxy Watch, risiko cedera akibat jatuh bisa berkurang secara signifikan.

Peran AI dalam Sistem Kesehatan Galaxy Watch

Samsung mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengolah data yang dikumpulkan dari sensor tubuh. Sistem ini tidak hanya membaca angka detak jantung, tetapi juga memahami pola perubahan yang terjadi dalam tubuh pengguna.

Baca Juga :  Google Diam-Diam Tinggalkan Fitbit? Pengguna Mulai Khawatir!

AI kemudian membandingkan data tersebut dengan pola normal individu. Ketika sistem menemukan perbedaan signifikan, perangkat langsung mengeluarkan peringatan dini.

Pendekatan ini membuat Galaxy Watch lebih personal karena sistem belajar dari kebiasaan tubuh setiap pengguna.

Meski begitu, Samsung menegaskan bahwa fitur ini masih berfungsi sebagai alat bantu dan tidak menggantikan diagnosis medis profesional.

Ekosistem Kesehatan Digital Semakin Luas

Samsung terus memperluas ekosistem kesehatan digital melalui Galaxy Watch. Saat ini, perangkat tersebut sudah memiliki berbagai fitur kesehatan lain, seperti:

  • Pemantauan detak jantung tidak normal
  • Deteksi gangguan irama jantung
  • Pengukuran tekanan darah
  • Analisis tingkat stres
  • Pemantauan kualitas tidur

Dengan tambahan fitur prediksi pingsan, Galaxy Watch semakin memperkuat posisinya sebagai perangkat kesehatan komprehensif.

Perusahaan juga mengembangkan integrasi data kesehatan ke aplikasi Samsung Health, sehingga pengguna dapat memantau kondisi tubuh secara lebih lengkap dalam satu platform.

Masa Depan Smartwatch di Dunia Medis

Pengembangan fitur prediksi pingsan membuka peluang besar bagi industri wearable. Banyak analis teknologi menilai bahwa smartwatch akan memainkan peran penting dalam sistem kesehatan masa depan.

Perangkat seperti Galaxy Watch berpotensi membantu dokter dalam memantau pasien jarak jauh. Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk mencegah kondisi darurat sebelum terjadi.

Samsung melihat hal ini sebagai langkah awal menuju sistem kesehatan berbasis data real-time yang lebih luas.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Lampung Jadi Provinsi Pertama Gunakan Satelit Hiperspektral
Galaxy Z Fold8 Ultra Hadir, Bonus hingga Rp 9 Juta
PT PAL Perkenalkan Konsep Senjata Laser Portabel
September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
3 Sensor Kamera HP Terbaik 2026 untuk Foto Profesional
Harga Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch9 Resmi di RI
Trik Preorder Galaxy Z Fold 8 Ultra Mulai Rp1,1 Juta
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Lampung Jadi Provinsi Pertama Gunakan Satelit Hiperspektral

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Galaxy Z Fold8 Ultra Hadir, Bonus hingga Rp 9 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:47 WIB

PT PAL Perkenalkan Konsep Senjata Laser Portabel

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB