Prasasti Baturaja Perkuat Dugaan Sriwijaya Berasal dari Sumatera Selatan

Diyakini Ungkap Lokasi Minanga, Perkuat Dugaan Sriwijaya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Pelembang, http://Trendsberita.com– Penemuan dan kajian terhadap Prasasti Baturaja dinilai menjadi temuan penting yang melengkapi kronologi sejarah Kerajaan Sriwijaya. Prasasti tersebut diyakini memberikan petunjuk kuat mengenai lokasi Minanga yang selama ini menjadi teka-teki dalam sejarah awal berdirinya Sriwijaya.

Arkeolog dari Pusat Riset Arkeologi Prasejarah dan Sejarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wahyu Rizky Andhifani, menyebut Prasasti Baturaja merupakan kepingan penting yang melengkapi kisah yang tercantum dalam Prasasti Kedukan Bukit.

“Prasasti Baturaja adalah kepingan puzzle yang melengkapi potongan kronologis sejarah Sriwijaya. Prasasti itu menjelaskan kenapa kisah dalam Prasasti Kedukan Bukit terjadi. Kesimpulannya, Minanga itu berada di Komering (Ogan Komering Ulu Timur), Sumsel. Dengan begitu, dugaan Sriwijaya bermula dari Sumsel semakin kuat,” ujar Wahyu dalam Rapat Koordinasi Persiapan Penelusuran dan Penyelamatan Arsip Kemaritiman Sriwijaya di Palembang.

Ditemukan Berawal dari Laporan Warga

Wahyu menjelaskan, keberadaan Prasasti Baturaja pertama kali diketahui pada September 2018 setelah adanya laporan masyarakat mengenai sebuah batu yang diduga merupakan prasasti dan dimiliki oleh seorang warga di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Setelah dilakukan penelusuran, batu tersebut dipastikan merupakan prasasti kuno. Selanjutnya, prasasti itu dibeli untuk diselamatkan sekaligus menjadi objek penelitian lebih lanjut.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Jambi Turun ke Rp3.860 per Kg, Petani Kembali Lesu

Berdasarkan data Museum Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya (TWKS) Palembang, prasasti tersebut merupakan koleksi Amiril Mukmin, warga Baturaja. Ia memperoleh batu itu pada 2005 saat membeli sebuah kursi antik dari seorang kolektor. Karena itu, penemu pertama maupun lokasi asli ditemukannya prasasti hingga kini belum diketahui secara pasti.

Kondisi Prasasti Tidak Utuh

Secara fisik, Prasasti Baturaja ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Bagian atas dan sebagian bawahnya telah hilang, sementara bagian yang tersisa merupakan bagian inti atau tengah.

Fragmen yang ditemukan memiliki tinggi sekitar 24 sentimeter, lebar atas 26 sentimeter, lebar bawah 20 sentimeter, dengan lingkar sekitar 67 sentimeter. Prasasti dibuat dari batu andesit yang lazim ditemukan di kawasan sungai.

Pada bagian yang masih tersisa terdapat enam baris tulisan menggunakan aksara Pallawa dan bahasa Melayu Kuno.

Diperkirakan Berasal dari Tahun 684 Masehi

Hasil pembacaan prasasti menunjukkan angka tahun yang hanya menyisakan dua digit terakhir, yakni “06”. Meski demikian, Wahyu meyakini angka lengkapnya adalah 606 Saka atau setara dengan tahun 684 Masehi.

Menurutnya, keyakinan tersebut didasarkan pada isi prasasti yang menceritakan kondisi Minanga yang telah runtuh atau jatuh.

Baca Juga :  PKH Mei 2026 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status dan Tanda Saldo Sudah Masuk

Baris-baris berikutnya memuat kisah mengenai perundingan antara penguasa Sriwijaya dengan kelompok pemberontak, penawaran jabatan kepada pihak yang bersedia tunduk, hingga sumpah, ancaman, atau hukuman bagi mereka yang menolak.

Jawab Misteri Lokasi Minanga

Prasasti Baturaja dinilai menjawab salah satu misteri terbesar dalam sejarah Sriwijaya, yakni lokasi Minanga yang disebut dalam Prasasti Kedukan Bukit bertahun 604 Saka atau 682 Masehi.

Menurut hasil kajian, Minanga yang disebut dalam kedua prasasti diduga merupakan wilayah di kawasan Komering yang kini termasuk Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan.

Dalam Prasasti Kedukan Bukit dikisahkan bahwa Dapunta Hyang memimpin perjalanan suci bersama bala tentaranya dari Minanga menuju Mukha Upang sebelum mendirikan sebuah wanua atau permukiman yang kemudian berkembang menjadi pusat kekuasaan Sriwijaya.

Perjalanan tersebut dimulai pada 1 Mei 682 Masehi dan berakhir pada 26 Juni 682 Masehi.

Temuan Prasasti Baturaja kini memperkuat dugaan bahwa kawasan Komering di Sumatera Selatan memiliki peran penting sebagai titik awal perjalanan sejarah Kerajaan Sriwijaya, sekaligus memperkaya bukti arkeologis mengenai asal-usul salah satu kerajaan maritim terbesar di Nusantara.*

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Berita ini 15 kali dibaca
Prasasti Baturaja diyakini menjadi bukti penting yang mengungkap lokasi Minanga di OKU Timur, Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat dugaan bahwa Sriwijaya bermula dari wilayah Sumsel.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB