Harga TBS Sawit Jambi Turun ke Rp3.860 per Kg, Petani Kembali Lesu

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: JambiSatu

Foto: JambiSatu

trendsberita.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi kembali mengalami penurunan. Dinas Perkebunan (Disbun) Jambi menetapkan harga terbaru berada di level Rp3.860 per kilogram untuk periode perdagangan terbaru.

Penurunan ini membuat petani sawit kembali menghadapi tekanan pendapatan. Banyak petani menyebut kondisi tersebut memperburuk situasi setelah beberapa minggu sebelumnya harga sempat bergerak stabil.

Di lapangan, petani mulai merasakan dampak langsung dari koreksi harga tersebut karena biaya produksi tetap tinggi, sementara harga jual turun.

Petani Sawit Kembali Mengeluh

Sejumlah petani di Jambi menyampaikan bahwa penurunan harga TBS langsung memengaruhi arus kas harian mereka. Mereka tetap harus mengeluarkan biaya pupuk, tenaga panen, dan transportasi yang tidak ikut turun.

Petani menilai kondisi ini membuat keuntungan semakin menipis. Sebagian petani bahkan mengaku harus menunda perawatan kebun karena pendapatan tidak lagi seimbang dengan biaya produksi.

Penurunan harga juga membuat sebagian petani swadaya lebih berhati-hati dalam menjual hasil panen karena khawatir harga kembali turun dalam waktu dekat.

Faktor Global Tekan Harga TBS

Penurunan harga TBS di Jambi tidak berdiri sendiri. Tekanan datang dari pasar global yang masih berfluktuasi.

Baca Juga :  Jambi Disebut Punya Potensi Raksasa Sport Tourism, Danau Sipin hingga Kerinci Siap Jadi Magnet Wisata Dunia

Harga Crude Palm Oil (CPO) sebagai komponen utama pembentuk harga TBS ikut mengalami tekanan akibat:

  • Penurunan permintaan dari beberapa negara importir
  • Kenaikan stok minyak nabati global
  • Ketidakpastian ekonomi internasional
  • Penguatan dolar Amerika Serikat

Kondisi ini membuat harga sawit di tingkat petani ikut bergerak turun.

Mekanisme Penetapan Harga Masih Mengacu Pasar

Dinas Perkebunan Jambi menetapkan harga TBS berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga. Tim ini melibatkan pemerintah daerah, perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS), dan perwakilan petani.

Harga yang ditetapkan mengacu pada:

  • Harga rata-rata CPO
  • Harga kernel (inti sawit)
  • Indeks K yang berlaku
  • Data transaksi industri

Setiap perubahan harga di pasar global langsung berdampak pada hasil perhitungan mingguan di daerah.

Dampak Langsung ke Ekonomi Petani

Penurunan ke level Rp3.860/kg memberi dampak langsung pada pendapatan petani. Dalam kondisi normal, petani sawit di Jambi mengandalkan TBS sebagai sumber pendapatan utama harian atau mingguan.

Ketika harga turun, margin keuntungan ikut menyempit. Petani dengan lahan kecil menjadi kelompok paling rentan karena tidak memiliki skala produksi besar untuk menutup penurunan harga.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Selain itu, petani juga menghadapi tantangan lain seperti:

  • Biaya pupuk yang masih tinggi
  • Fluktuasi hasil panen
  • Ketergantungan pada tengkulak di beberapa wilayah

Pemerintah Diminta Jaga Stabilitas Harga

Sejumlah pelaku perkebunan meminta pemerintah daerah memperkuat stabilitas harga TBS. Mereka berharap mekanisme penetapan harga bisa lebih transparan dan responsif terhadap kondisi petani.

Petani juga mendorong adanya penguatan sistem kemitraan dengan pabrik kelapa sawit agar harga di tingkat petani tidak terlalu jauh dari harga acuan.

Selain itu, program peremajaan sawit rakyat (PSR) dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi jangka panjang.

Tren Harga Sawit Masih Berpotensi Fluktuatif

Analis komoditas menilai harga sawit masih berpotensi bergerak naik-turun dalam waktu dekat. Pasar global minyak nabati masih belum stabil.

Jika permintaan ekspor meningkat, harga bisa kembali naik. Namun jika stok global bertambah, tekanan harga bisa berlanjut.

Situasi ini membuat petani harus menghadapi ketidakpastian dalam menentukan waktu terbaik menjual hasil panen.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Halal Bihalal HKKN Jambi Pererat Silaturahmi Warga Kerinci di Perantauan
Bupati Kerinci Resmi Buka Jambore Cabang Pramuka 2026 di Lubuk Nagodang, Ribuan Peserta Ikut Meriahkan
Kota Jambi Raih Predikat Tertinggi Kota Pangan Aman di Provinsi Jambi
Gubernur Jambi Minta Pendataan Kerugian Pascalongsor di Bungo Dipercepat
Jabatan Tiga Direktur Perumda Tirta Sakti Kerinci Berakhir, Nama Kandidat Plt Mulai Jadi Sorotan
Jambi Disebut Punya Potensi Raksasa Sport Tourism, Danau Sipin hingga Kerinci Siap Jadi Magnet Wisata Dunia
IPC TPK Jambi Perkuat Jalur Ekspor Kayu Manis Kerinci, Dorong Indonesia Jadi Pusat Rempah Dunia
Lagu Daerah Kerinci Resmi Diakui Negara, Pemkab Terima Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:00 WIB

Halal Bihalal HKKN Jambi Pererat Silaturahmi Warga Kerinci di Perantauan

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bupati Kerinci Resmi Buka Jambore Cabang Pramuka 2026 di Lubuk Nagodang, Ribuan Peserta Ikut Meriahkan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:00 WIB

Harga TBS Sawit Jambi Turun ke Rp3.860 per Kg, Petani Kembali Lesu

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:00 WIB

Kota Jambi Raih Predikat Tertinggi Kota Pangan Aman di Provinsi Jambi

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:00 WIB

Gubernur Jambi Minta Pendataan Kerugian Pascalongsor di Bungo Dipercepat

Berita Terbaru