Pemkab Kerinci Gandeng Bulog Perkuat Infrastruktur Pascapanen, Dorong Stabilitas Pangan dan Kesejahteraan Petani

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gaperta.id

Foto: Gaperta.id

trendsberita.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat sektor pertanian melalui kerja sama strategis dengan Perum Bulog. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pascapanen sekaligus menjaga stabilitas pangan di daerah.

Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem distribusi dan pengelolaan hasil panen yang lebih efektif.

Pemkab Kerinci menilai sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan di sisi hilir pertanian menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.

Fokus Utama: Infrastruktur Pascapanen Jadi Kunci

Dalam kerja sama ini, pemerintah daerah bersama Bulog menitikberatkan pada pembangunan dan penguatan infrastruktur pascapanen.

Selain itu, infrastruktur ini berfungsi untuk membantu petani dalam mengelola hasil panen agar tidak cepat rusak dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dengan adanya fasilitas tersebut, petani dapat:

  • Menyimpan hasil panen lebih lama
  • Mengurangi kerugian pascapanen
  • Menjaga kualitas gabah dan beras
  • Meningkatkan daya tawar harga

Oleh karena itu, infrastruktur ini dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam rantai ketahanan pangan daerah.

Kolaborasi Pemda dan Bulog Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Kerinci menggandeng Perum Bulog sebagai mitra strategis dalam pengelolaan pangan.

Baca Juga :  Harga BBM di Jambi Turun Sejak 1 Agustus 2026

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga mencakup penguatan sistem cadangan pangan dan pengelolaan hasil pertanian.

Selain itu, Bulog berperan sebagai lembaga yang menyerap hasil panen petani sehingga harga di tingkat petani tetap stabil.

Dengan demikian, petani tidak lagi terlalu bergantung pada tengkulak yang sering menekan harga di lapangan.

Stabilitas Pangan Jadi Target Utama

Pemkab Kerinci menempatkan stabilitas pangan sebagai tujuan utama dari kerja sama ini.

Selain itu, pemerintah daerah ingin memastikan ketersediaan bahan pangan tetap aman sepanjang tahun, terutama beras sebagai komoditas utama masyarakat.

Melalui penguatan infrastruktur pascapanen, pemerintah berharap:

  • Distribusi pangan lebih efisien
  • Stok pangan lebih terjaga
  • Fluktuasi harga dapat ditekan
  • Akses pangan masyarakat lebih stabil

Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Petani Jadi Penerima Manfaat Utama

Kerja sama antara Pemkab Kerinci dan Bulog juga langsung menyasar kesejahteraan petani.

Selain itu, pemerintah ingin memastikan petani mendapatkan nilai jual yang lebih adil dari hasil panen mereka.

Baca Juga :  Halal Bihalal HKKN Jambi Pererat Silaturahmi Warga Kerinci di Perantauan

Dengan sistem pascapanen yang lebih baik, petani dapat mengurangi ketergantungan pada rantai distribusi panjang.

Akibatnya, pendapatan petani berpotensi meningkat karena hasil panen dapat terserap dengan harga yang lebih stabil.

Sinergi Berkelanjutan untuk Ekonomi Daerah

Pemkab Kerinci menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dirancang sebagai program berkelanjutan.

Selain itu, sinergi dengan Bulog diharapkan dapat memperkuat ekosistem pangan daerah secara menyeluruh.

Pemerintah daerah juga mendorong agar program ini terintegrasi dengan kebijakan pertanian lain, seperti:

  • Peningkatan produktivitas pertanian
  • Modernisasi alat pertanian
  • Penguatan kelompok tani
  • Pengembangan distribusi logistik pangan

Dengan pendekatan ini, sektor pertanian di Kerinci diharapkan tumbuh lebih kuat dan kompetitif.

Dampak Jangka Panjang bagi Ketahanan Pangan

Jika berjalan optimal, kerja sama ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang yang signifikan.

Selain menjaga stabilitas harga pangan, program ini juga dapat memperkuat cadangan pangan daerah.

Lebih jauh lagi, sistem pascapanen yang baik akan membantu mengurangi risiko kerugian hasil pertanian akibat keterlambatan distribusi atau penyimpanan yang tidak memadai.

Dengan demikian, ketahanan pangan daerah dapat terjaga secara lebih konsisten.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Energi Perubahan, Empat Shio Ini Diprediksi Beruntung
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB