NASA Kembangkan Prosesor AI 500 Kali Lebih Cepat untuk Pesawat Antariksa

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: iStockphoto/djgunner)

(Foto: iStockphoto/djgunner)

trendsberita.com – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, terus mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung misi luar angkasa masa depan.

Lembaga tersebut kini mengembangkan prosesor AI baru yang memiliki kemampuan hingga 500 kali lebih cepat dibanding sistem komputasi antariksa sebelumnya. Teknologi ini membantu pesawat antariksa mengambil keputusan secara mandiri ketika berada jauh dari Bumi.

Pengembangan prosesor itu menjadi bagian penting dalam misi eksplorasi ruang angkasa modern. NASA ingin menghadirkan sistem yang mampu bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih cerdas saat menjalankan operasi di luar angkasa.

NASA Dorong Pesawat Antariksa Lebih Mandiri

Selama ini, banyak pesawat antariksa masih bergantung pada instruksi dari pusat kendali di Bumi. Sistem tersebut membutuhkan waktu cukup lama karena sinyal komunikasi harus menempuh jarak sangat jauh.

NASA ingin mengurangi ketergantungan tersebut melalui teknologi AI terbaru. Prosesor baru itu memungkinkan pesawat antariksa menganalisis kondisi lingkungan dan mengambil keputusan secara langsung.

Teknologi tersebut sangat penting untuk misi jarak jauh seperti eksplorasi Mars maupun wilayah luar tata surya. Dalam kondisi tertentu, wahana antariksa tidak bisa menunggu instruksi dari Bumi karena keterlambatan sinyal dapat mencapai beberapa menit hingga jam.

Karena itu, NASA mulai mengembangkan sistem AI yang mampu bekerja secara otomatis dan real-time.

Performa 500 Kali Lebih Cepat

Laporan terbaru menyebut prosesor AI tersebut menawarkan peningkatan performa sangat besar dibanding teknologi sebelumnya. NASA mengklaim sistem itu mampu bekerja hingga 500 kali lebih cepat untuk memproses data penting selama misi antariksa.

Baca Juga :  Accenture Terapkan Copilot untuk 743 Ribu Karyawan, Kontrak Terbesar Microsoft

Kecepatan tersebut membantu pesawat antariksa mengenali objek, membaca kondisi lingkungan, serta menjalankan navigasi dengan lebih akurat.

Selain itu, teknologi AI juga dapat membantu wahana menghindari gangguan atau risiko ketika menjalankan misi eksplorasi.

Para insinyur NASA menilai kemampuan pemrosesan cepat menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan misi luar angkasa modern.

AI Jadi Masa Depan Teknologi Antariksa

Perkembangan AI kini menjadi fokus utama banyak lembaga antariksa dunia. Teknologi kecerdasan buatan mampu membantu manusia menjalankan misi yang terlalu rumit atau berbahaya.

NASA melihat AI sebagai alat penting untuk meningkatkan efisiensi eksplorasi ruang angkasa. Sistem pintar dapat membantu mengurangi beban kerja astronot sekaligus mempercepat analisis data.

Teknologi ini juga membantu wahana melakukan pemetaan wilayah asing secara otomatis. Dengan begitu, misi penelitian dapat berjalan lebih cepat dan lebih aman.

Prosesor Baru Dirancang untuk Lingkungan Ekstrem

Lingkungan luar angkasa memiliki tantangan yang jauh berbeda dibanding Bumi. Radiasi tinggi, suhu ekstrem, dan gangguan elektromagnetik dapat merusak sistem elektronik biasa.

Karena itu, NASA merancang prosesor AI khusus agar mampu bertahan dalam kondisi berat di luar angkasa.

Tim peneliti juga mengembangkan sistem pendinginan dan perlindungan tambahan untuk menjaga stabilitas perangkat selama misi berlangsung.

Teknologi tersebut diharapkan mampu mendukung misi jangka panjang tanpa mengalami gangguan besar.

Mendukung Misi Eksplorasi Mars

NASA terus mempersiapkan berbagai teknologi baru untuk mendukung misi eksplorasi Mars. Prosesor AI generasi terbaru menjadi salah satu bagian penting dalam rencana tersebut.

Baca Juga :  11 HP Terbaik April 2026: Dari Rp1 Jutaan Hingga Flagship, Redmi Note 15 5G dan Xiaomi 17 Jadi Sorotan

Teknologi AI dapat membantu rover atau wahana penjelajah mengenali medan berbahaya tanpa menunggu arahan dari pusat kendali.

Kemampuan itu membuat kendaraan penjelajah bisa bergerak lebih cepat dan efisien saat melakukan penelitian di permukaan planet.

Selain Mars, NASA juga berpeluang menggunakan teknologi ini untuk misi ke asteroid, bulan, hingga wilayah luar tata surya.

Persaingan Teknologi Antariksa Semakin Ketat

Kemajuan AI di sektor antariksa menunjukkan persaingan teknologi global semakin intens. Banyak negara dan perusahaan teknologi mulai mengembangkan sistem komputasi canggih untuk kebutuhan eksplorasi luar angkasa.

NASA menjadi salah satu lembaga yang paling aktif mendorong penggunaan AI dalam berbagai proyek penelitian.

Para pengamat teknologi menilai perkembangan ini dapat mempercepat lahirnya era baru eksplorasi antariksa berbasis kecerdasan buatan.

“AI akan menjadi otak utama misi luar angkasa masa depan,” ujar salah satu analis teknologi antariksa dalam laporan industri terbaru.

Teknologi AI Membuka Peluang Baru

Kemampuan AI yang semakin canggih membuka peluang besar bagi dunia sains dan teknologi. Sistem pintar dapat membantu manusia mempelajari wilayah luar angkasa secara lebih mendalam.

NASA berharap teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi penelitian sekaligus menekan risiko selama misi berlangsung.

Dengan prosesor AI yang jauh lebih cepat, pesawat antariksa masa depan berpotensi bekerja lebih mandiri dibanding sebelumnya.

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Lampung Jadi Provinsi Pertama Gunakan Satelit Hiperspektral
Galaxy Z Fold8 Ultra Hadir, Bonus hingga Rp 9 Juta
PT PAL Perkenalkan Konsep Senjata Laser Portabel
September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar
3 Sensor Kamera HP Terbaik 2026 untuk Foto Profesional
Harga Samsung Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch9 Resmi di RI
Trik Preorder Galaxy Z Fold 8 Ultra Mulai Rp1,1 Juta
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:26 WIB

Lampung Jadi Provinsi Pertama Gunakan Satelit Hiperspektral

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Galaxy Z Fold8 Ultra Hadir, Bonus hingga Rp 9 Juta

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:47 WIB

PT PAL Perkenalkan Konsep Senjata Laser Portabel

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:42 WIB

September 2026 diprediksi menjadi bulan peluncuran smartphone flagship terbesar

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB