Banjir Bandang Mematikan Terjang Nepal-Tibet

Ratusan Orang Hilang Termasuk Wisatawan Asing

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

NEPAL, http://Trendsberita.com –  Banjir bandang dahsyat melanda wilayah lembah terpencil di perbatasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026). Bencana alam tersebut menyebabkan korban jiwa, ratusan orang hilang, serta menghancurkan sejumlah desa dan infrastruktur penting di kawasan pegunungan Himalaya.

Arus banjir bercampur lumpur dan material longsoran menerjang permukiman warga, menghanyutkan rumah-rumah, merusak jembatan, jalan, serta mengganggu jaringan listrik di kedua sisi perbatasan Nepal-China. Kondisi medan yang sulit membuat proses pencarian dan evakuasi korban menghadapi banyak kendala.

Badan Pariwisata Nepal melaporkan sedikitnya 384 wisatawan dan pelancong dinyatakan hilang setelah bencana tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 291 orang merupakan warga negara asing, termasuk sekitar 105 warga negara India. Data tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan.

Baca Juga :  Bupati Monadi Turun Langsung Tinjau Banjir Bandang di Kerinci, Pastikan Penanganan Cepat

Selain wisatawan, sejumlah warga lokal juga dilaporkan menjadi korban akibat derasnya aliran banjir yang melanda kawasan Rasuwa dan wilayah sekitar Sungai Bhote Koshi. Beberapa titik permukiman mengalami kerusakan berat setelah diterjang banjir dalam waktu singkat.

Di wilayah Tibet, China, kawasan perbatasan Gyirong juga terdampak parah setelah terjadi longsoran yang memicu banjir besar. Infrastruktur penghubung antarwilayah dilaporkan mengalami kerusakan sehingga memperlambat akses bantuan.

Baca Juga :  KPK Ungkap Bupati Gatut Paksa Bawahan Teken “Dua Surat Sakti”, Rapat Tertutup Tanpa HP

Tim penyelamat dari pemerintah Nepal dan China terus melakukan pencarian terhadap korban hilang. Pemerintah setempat juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan akibat kondisi cuaca dan medan pegunungan yang tidak stabil.

Hingga kini, jumlah pasti korban meninggal dunia dan kerusakan akibat banjir bandang tersebut masih dalam pendataan. Otoritas memperkirakan skala dampak bencana dapat bertambah setelah seluruh wilayah terdampak berhasil dijangkau oleh tim penyelamat.*

Follow WhatsApp Channel trendsberita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman
Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter
Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan
Ramalan Shio Rabu 26 Agustus 2026
Komisi II DPRD Kota Sungai Penuh Bahas Pengawasan Distribusi LPG 3 Kg
Indonesia Belum Gunakan Pesawat Water Bombing Malaysia untuk Karhutla
Berita ini 4 kali dibaca
Banjir bandang mematikan menerjang perbatasan Nepal dan Tibet pada 26 Agustus 2026. Ratusan orang hilang, termasuk 384 wisatawan dengan 291 warga negara asing.

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

LSM Brajo Sakti Soroti Penggunaan Anggaran Operasional RS Pratama Bukit Kerman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pemkot Sungai Penuh Raih Apresiasi Pemimpin Daerah Award 2026 Berkat Inovasi Program 3S

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Mencapai 2.500 Meter

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Berita Terbaru

Oplus_131072

Daerah

Hubungan Takdir, Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Jumat, 28 Agu 2026 - 08:26 WIB

Oplus_131072

Internasional

Energi Monyet Air Bawa Keberanian Menghadapi Perubahan

Kamis, 27 Agu 2026 - 11:25 WIB