KERINCI, trendsberita.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci masih menghadapi tantangan besar dalam pemerataan akses komunikasi. Hingga saat ini, sekitar 20 desa di wilayah tersebut belum menikmati layanan jaringan telekomunikasi secara optimal dan masih masuk kategori blank spot.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena akses komunikasi kini berperan penting untuk pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari. Pemerintah daerah menilai pembangunan infrastruktur telekomunikasi perlu berjalan lebih cepat agar seluruh wilayah memperoleh layanan yang setara.
Sekitar 20 Desa Masih Mengalami Blank Spot
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kerinci, Yuldi Candra, menjelaskan bahwa desa yang mengalami keterbatasan jaringan tersebar di sejumlah kecamatan dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau.
Beberapa wilayah yang masih menghadapi kendala jaringan antara lain Desa Danau Tinggi dan Desa Simpang Tutup di Kecamatan Gunung Kerinci. Selain itu, Desa Margo di Kecamatan Gunung Raya serta Desa Pungut Hilir di Kecamatan Air Hangat Timur juga masih menghadapi keterbatasan akses telekomunikasi.
Pemerintah daerah terus melakukan pendataan agar proses pengembangan infrastruktur dapat berjalan lebih terarah.
Kondisi Geografis Jadi Tantangan Utama
Kabupaten Kerinci memiliki karakter wilayah yang didominasi kawasan pegunungan dan perbukitan. Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur jaringan menjadi lebih kompleks dibanding wilayah yang memiliki kontur datar.
Menurut Diskominfo Kerinci, beberapa titik memerlukan dukungan infrastruktur tambahan agar operator telekomunikasi dapat memperluas cakupan layanan secara maksimal.
Karena itu, pemerataan jaringan di wilayah terpencil membutuhkan koordinasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan pemerintah pusat.
Akses Komunikasi Berpengaruh ke Aktivitas Masyarakat
Keterbatasan jaringan tidak hanya menyulitkan komunikasi warga.
Masyarakat di daerah blank spot juga menghadapi hambatan saat mengakses informasi, mengikuti kegiatan pendidikan, menjalankan aktivitas ekonomi, hingga memanfaatkan layanan administrasi pemerintah.
Selain itu, warga sering mengalami kesulitan memperoleh informasi penting dari pemerintah daerah maupun pemerintah kecamatan karena keterbatasan sinyal komunikasi.
Kondisi tersebut membuat pembangunan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting bagi desa-desa terpencil.
Pemkab Kerinci Ajukan Dukungan ke Pemerintah Pusat
Untuk mempercepat pemerataan jaringan, Pemerintah Kabupaten Kerinci telah mengajukan proposal kepada Kementerian Komunikasi dan Digital. Langkah tersebut bertujuan mendorong pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah yang belum terjangkau layanan.
Selain mengandalkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dengan operator telekomunikasi dan sektor swasta agar perluasan jaringan dapat berjalan lebih cepat.
Pemerintah berharap masyarakat di desa yang selama ini mengalami blank spot segera memperoleh akses komunikasi yang lebih baik.
Pemerataan Jaringan Dinilai Penting untuk Masa Depan Daerah
Pemerintah Kabupaten Kerinci menilai pemerataan jaringan komunikasi memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan daerah.
Akses internet dan telekomunikasi yang lebih merata dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat konektivitas antardesa.
Selain itu, jaringan yang lebih baik juga dapat membantu masyarakat memanfaatkan layanan digital yang semakin berkembang.









